Membudayanya Ghibah dalam Ukhuwah Islamiyah


Salah satu hal yang menjadi mundurnya gerakan dakwah ini adalah Ghibah.Yang selalu merusak barisan, menggguncang bangunan dan meruntuhkanya dengan menggunjing, mengadu domba dan menyebarkan aib saudara-saudara kita. Penyakit ini telah mewabah ke seluruh sendi kehidupan masyarakat kita sehingga mengakibatkan tumbuhnya rasa rendah diri, lunturnya kepercayaan dan terbukanya kelemahan-kelemahan kita di hadapan musuh Allah.

Rasullullah bersabda demikian :

Sungguh salah satu diantara kalian berbicara dengan kata-kata yang membuat Allah murka tanpa dipertimbangkan akibatnya,Maka Allah menetapkan dengan ucapan itu murka-Nya hingga hari kiamat. (HR.Tirmidzi)

Gerakan Islam akan hancur baik dari segi politik maupun militer, lantaran membudayanya sikap suka bicara dan membicarakan tanpa adanya seleksi. Bermula dari mencela lalu ragu-ragu dengan konsep, hingga bangunan itu roboh dan mengakibatkan keburukan bagi kaumnya. Bukankah Rasullulah selalu mengingatkan kita akan pentingnya ukhuwah dan saling membantu saudara-saudara kita dalam masalah dan saling bergotong royong demi kemaslahatan bersama.

Mereka tidak takut terhadap Allah dan menodai kehormatan saudaranya sendiri. Tanpa menjaga ucapan atau etika perbedaan antara sesama, objektivitas dalam mengkritik, serta tidak memilih kata yang sesuai agar tidak saling menyakiti. Hasilnya kebencian antar sesama meningkat, lunturnya kepercayaan hingga membuat ukhuwah ini lemah mengakibatkan barisan umat menjadi sarang yang subur bagi setan.

Wahai saudaraku, mulailah kita untuk saling memahami dan antara satu sama lain,membantu dan saling mengingatkan akan keburukan atas perilaku kita selama ini. Sudah cukup agama ini terombang ambing layaknya kapal yang hilang akan arah mata angin kedamaian. Konflik horizontal antara umat saling dibenturkan antara berbagai perbedaan hingga menimbulkan runtuhnya ukhuwah Islam itu sendiri.

"Bukankah Mukmin dengan Mukmin lainya adalah ibarat sebuah bangunan, sebagian menguatkan sebagian yang lain" (HR.Muslim)

Aba Rohmad Nurkholik
Ngawi,5 Syawal 1439 H

0 Komentar