Kesaktian Yang Hilang Dari Pancasila


Pancasila adalah dasar dari negara kita. Namun, banyak orang yang hanya menganggapnya sebagai bentuk formalitas. Pancasila hanya dianggap sebagai dasar negara yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945 dan tergambar pada perisai Burung Garuda. Bung Karno membuat Pancasila tersebut atas dasar keberagaman dan juga nilai luhur-luhur bangsa kita. Beliau ingin membuat bangsa ini menjadi lebih baik, tanpa melupakan apa yang telah mereka perjuangkan mati-matian pada masa lampau.Namun ironinya, Kesaktian Pancasila sendiri sudah tak seperti dulu lagi. Beberapa waktu yang lalu, Pancasila dilecehkan oleh seorang publik figure dengan kata yang kurang terpuji dan tidak baik untuk dicontoh para generasi muda. Sangat disayangkan, dasar negara kita menjadi bahan tertawaan dan hiburan di media belaka. Para Pemuda Indonesia sekarang lebih mementingkan kehidupan yang Hedonisme, mengikuti tren masa kini, lebih mengagungkan budaya luar, lebih tertarik untuk mengonsumsi budaya tersebut mentah-mentah. Walaupun itu bertentangan dengan Pancasila. Sebagian dari mereka telah melupakan apa yang dicita-citakan oleh para pejuangnya. Dan makna dalam pancasila tersebut, sedikit demi sedikit mulai ditinggalkan. Warisan dari para pahlawan yang telah gugur, seakan tidak memiliki nilai.

 KeTuhanan Yang Maha Esa. Makna dari poin ini merupakan himbauan bagi bangsa Indonesia untuk selalu menyertakan Tuhan dalam kesehariannya. Karena dengan adanya keyakinan bahwa Tuhan mengawasi, manusia akan cenderung mengontrol hawa nafsu nya dalam bersikap. Tidak akan ada persaingan yang memecah persatuan. Tidak seperti sekarang, dimana toleransi masih dipertanyakan. 

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab Tragedi Tolikara? Kerusuhan Ambon dan masih banyak yang lain. Apakah itu yang dinamakan beradab? Melanggar hak orang lain demi kepentingan diri sendiri. Mana HAM yang mereka junjung? 

Persatuan Indonesia Realitanya banyak rakyat Indonesia termakan fitnah, yang mengakibatkan perpecahan "perang argumen" di sosial media. Mereka menganggap bahwa pendapat mereka sendiri yang paling benar. Sama halnya kelompok suporter bola yang berkelahi dengan kelompok suporter lain hanya karena masalah sepele. Mana persatuannya? 

Kerakyatan Yang Dipimipin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan Ironisnya, para perwakilan kita yang duduk di sana, jauh dari kata bijaksana. Masih banyak kebijakan yang tidak menunjukan "perwakilan"nya. Lantas, dimana implementasi dari poin ke-4 Pancasila ini? 

Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Membangun fasilitas yang megah untuk gedung rakyat, jalan- jalan keluar negeri mengatasnamakan"tugas", membangun bangunan megah Untuk siapa? Yang memakai siapa? Dimana letak keadilanya? Apa yang terjadi saat ini, membuat banyak rakyat Indonesia mulai melupakan Pancasila dan nilai-nilai luhur pa ra pendahulunya.

Di sini saya mengajak mahasiswa semua untuk menjadi agen-agen perubahan yang bermoral dan beretika untuk membangun bangsa ini menjadi lebih baik lagi, tanpa mengenyampingkan apa yang tertuang dalam dasar negara kita, PANCASILA! 
Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia! 
Ditulis Oleh : Aba Rohmad Nurkholik anggota Magang KEMENLU BEM FEB UNS

0 Komentar