Hakikat Cinta


Ketika kita mendengar kata “Cinta” Pasti yang terpikir dalam hati kita adalah soal pacaran,putus nyambung dll. Pernah suatu masa ketika kita menjalani masa SMA, kita merasa cinta itu datang tiba-tiba dibalik pandangan pertama. Ketika kita mengagumi salah satu keturunan Hawa yang tidak ada duanya, atau mungkin kita pernah melihat serial drama korea yang dibumbui oleh kisah cinta yang membuat jatuh air mata kita. Sinetron ataupun film yang setiap hari kita jumpai di dalam TV sebagian besar menyajikan tentang cinta dan beberapa adegan yang tak pantas untuk dilihat. Generasi sekarang memang sudah terlena akan arti cinta, namun sadarkah kalian bahwa Hakikat dari cinta itu tidak hanya sebatas dunia yang fana ini, mungkin kita perlu melihat lebih dalam apa itu tentang Hakikat Cinta
            
Mungkin dari kita pernah mendengar menemui seorang manusia yang berjuluk malaikat tanpa sayap yang ada dimuka bumi ini yaitu Ibu. Orang yang mengandung kita selama 9 bulan lebih. Ketika kita lahir di dunia ibu menyambut kita dengan kasih sayang dan penuh cinta. Ketika kita berumur 3-5 tahun ibu selalu menemani kita dengan penuh cinta, teringat ketika pagi hari membangunkan kita untuk salat subuh, memandikan kita, antar jemput TK, sore mengaji hingga malam yang selalu menceritakan kisah indah sebelum tidur, salah satu bentuk cinta yang ada di dunia ini. Namun, sudahkah dirimu mencintai dia kembali? Seberapa sering kita mengabarinya dikala jauh? Disisi lain ada tempat yang selalu ada untuk kita saat berkeluh kesah, yaitu keluarga. Tempat pertama kita mengenal tentang perasaan cinta, namun sudahkah kau membalas rasa cinta dari mereka? Sekali lagi mungkin kamu harus memahami hakikat cinta itu apa.
            
Apakah cinta hanya sebatas itu? Tidak, karena cinta itu di dunia itu hanya fana namun cinta Allah kepada Ciptaanya adalah kekal adanya. Manusia sering menyebut tentang cinta pada sesama, ternyata kita sering lupa hakikat cinta sebenar hanya untuk Allah. Rindu dan kasih sayang anugerah untuk kita belajar mencintai Allah melebihi segalanya. Allah tidak pernah melarang hambaNya berkasih sayang. Justru, rasa cinta itu sendiri adalah takdirNya. Apabila Allah s.w.t. cinta kepada kita maka seluruh makhluk di langit dan di bumi akan mencintainya. Sebuah Hadis dari Abu Hurairah bahawa Nabi Muhammad s.a.w. telah bersabda yang bermaksud: 

Jika Allah s.w.t. mencintai seseorang hamba, maka Jibril berseru, “Sesungguhnya Allah s.w.t. mencintai Fulan, maka cintailah dia!” Maka para penghuni langit mencintainya, kemudian dijadikan orang-orang yang menyambutnya di muka bumi.” [Bukhari dan Muslim]

Coba kau hitung berapa nikmat yang Allah telah berikan? Apakah kau dapat menghitungnya? Kurasa tidak. Dalam kehidupan, ketika bangun tidur dan tidur kembali itu tidak lepas dari kuasa-Nya. Masih ingat ketika kamu meraih juara dalam perlombaan tertentu? Pasti kebanyakan berpikir bahwa itu hasil usaha kerasmu, namun itu tidak akan terjadi jika tidak ada kuasa dari-Nya. Ingatkah ketika kau pergi ke Masjid dan kau berdoa meminta ampunan atas dosa-dosa dalam dirimu, tanpa banyak kompromi Allah akan membuka pintu maaf dan taubat yang lebar hanya untukmu. Ketika kita melakukan kesalahan dalam sebuah kejadian Allah akan memberi kita teguran atau cobaan. Lantas apakah dirimu sekarang ini sudah bersyukur dan mencintai-Nya kembali seperti cinta Dia kepadamu? Sekali lagi kita harus terbiasa bersyukur dan lebih mendekatkan diri kepada Allah.

Ketika kita lebih mencintai orang lain ketimbang Allah namun dalam realitanya Allah selalu membantu dalam kesusahan yang kau hadapi dan menegurmu saat kau melakukan kesalahan, bukan orang yang kita kagumi. Ingatlah cintamu terhadap dunia itu adalah hal yang fana namun cinta Allah terhadap Hambanya kekal selamanya. Jika kau ingin tau Hakikat Cinta maka kamu harus mendekati Sang Pemilik Rasa Cinta.

0 Komentar