Apa yang sudah kamu lakukan? (Edisi Ramadan)


Tak terasa setelah setahun lamanya kita menunggu bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam,yaitu
Bulan Ramadan.Bagi kamu yang tak sabar menunggu Ramadan inilah waktunya,namun sebelum kita
menyambut bulan suci ini,apasih yang sudah kita lakukan selama ini? Apakah kita sudah berbuat amal baik pasca Ramadan tahun lalu atau kita ibadah kita hanya biasa-biasa saja tidak ada peningkatan? Masyaallah.perlu kalian ketahui guys bahwa sesungguhnya orang yang lebih baik dari hari kemarin adalah orang yang beruntung dan orang yang lebih buruk dari hari kemarin adalah orang yang merugi..
.
Dalam firman Allah yang berarti “Hai orang-orang yang beriman,diwajibkan kamu berpuasa sebagaimana orang sebelum kamu,agar dirimu semua menjadi orang yang bertaqwa” (QS 2:183).Ramadan adalah salah satu bulan yang sangat ditunggu-tunggu sebagian besar umat Islam,Pada bulan itu Allah memberikan ladang pahala yang seluas-luasnya bagi Hambanya yang mau berusaha.Namun,apakah kita sudah siap menyambut bulan suci ini? Sedangkan kita masih sering bolong sholatnya,jarang bersedekah dan juga jauh dari Allah. 
.
Wahai kawanku hendaknya kita mengetahui bahwa salah satu nikmat yang banyak disyukuri meski oleh seorang yang lalai adalah nikmat ditundanya ajal dan sampainya kita di bulan Ramadhan. Tentunya jika diri ini menyadari tingginya tumpukan dosa yang menggunung, maka pastilah kita sangat berharap untuk dapat menjumpai bulan Ramadhan dan mereguk berbagai manfaat di dalamnya.
.
Bersyukurlah atas nikmat ini. Betapa Allah ta’ala senantiasa melihat kemaksiatan kita sepanjang tahun, tetapi Dia menutupi aib kita, memaafkan dan menunda kematian kita sampai bisa berjumpa kembali dengan Ramadhan Maka sudah sepantasnya seorang muslim benar-benar menyiapkan diri untuk menyambut bulan yang penuh barakah itu, yaitu menyiapkan iman, niat ikhlash, dan hati yang bersih, di samping persiapan fisik.
.
Ramadhan adalan bulan suci yang penuh rahmat dan barakah. Allah Subhanahu wa Ta’ala membuka pintu-pintu Al-Jannah (surga), menutup pintu-pintu neraka, dan membelenggu syaithan. Allah ‘Azza wa Jalla melipat gandakan amalan shalih yang tidak diketahui kecuali oleh Dia sendiri. Barangsiapa yang menyambutnya dengan sungguh-sungguh, bershaum degan penuh keimanan dan memperbanyak amalan shalih, serta menjaga diri dari perbuatan-perbuatan yang bisa merusak ibadah shaumnya, niscaya Allah ‘Azza wa Jalla akan mengampuni dosa-dosanya dan akan melipatkan gandakan pahalanya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berabda:

“Barang siapa yang bershaum dengan penuh keimanan dan harapan (pahala dari Allah), niscaya Allah mengampuni dosa-dosa yang telah lampau.” (Muttafaqun ‘alahi)
“Setiap amalan bani Adam akan dilipat gandakan sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat, Allah I berfirman: “kecuali ibadah shaum, shaum itu ibadah untuk-Ku dan Aku sendiri yang membalasnya.” (HR. Muslim)
.
Masih banyak lagi keutamaan dan keberkahan bulan Ramadhan yang belum disebutkan dan tidak cukup untuk disebutkan di sini.Namun yang terpenting adalah mensyukuri atas limpahan karunia Allah dan rahmat-Nya. Janganlah nikmat yang besar ini kita nodai dan kita kotori dengan berbagai penyimpangan dan kemaksiatan. Nikmat itu akan semakin bertambah bila kita pandai mensyukurinya dan nikmat itu akan semakin berkurang bahkan bisa sirna bila kita mengkufurinya.
Termasuk sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah, pada bulan yang penuh barakah ini kita ciptakan suasa yang penuh kondusif. Jangan kita nodai dengan perpecahan. Kewajiban kita seorang muslim mengembalikan segala urusan kepada Allah dan Rasul-Nya, serta kepada para ulama bukan berdasarkan pendapat pribadi atau golongan.
.
Permasalahan yang sering terjadi adalah perbedaan dalam menentukan awal masuknya bulan Ramadhan. Wahai saudara-saudaraku, ingatlah sikap seorang muslim adalah mengembalikan kepada Kitabullah (Al-Qur’an) dan As Sunnah dengan bimbingan para ulama yang terpercaya.
Selamat BERPUASA!



.

0 Komentar