Cahaya Yang Hilang


Cahaya yang hilang itu bernama Ramadan.Entah mengapa sedikit-demi sedikit cahaya Ramadan saat ini mulai hilang ditelan oleh zaman.Masa Kecilku adalah Masa yang menyenangkan saat itu,apalagi ketika ramadan tiba adalah hal yang paling ditunggu pada anak-anak waktu itu.Ramadan Masa kecilku menyimpan banyak cerita untuk dikenang.Salat Tarawih,Tadarus,Jalan Pagi dan masih banyak lagi kegiatan yang kami lakukan saat itu
.
Kala itu malam pertama tarawih.Dari penjuru timur dan barat datang bergerombol sekumpulan anak-anak kecil.Mereka terlihat bercanda,bercerita tentang kegiatan sekolah mereka pagi tadi.Selain itu ada beberapa anak yang sedikit memamerkan Petasan dari toko yang bervariasi,ada yang bentuk gasing,kupu-kupu,roket dan lain-lain.Ketika salah satu memiliki petasan yang banyak maka dia adalah salah satu orang yang disegani digerombolan tersebut.Biasanya anak-anak itu datang dari berkumpul di gardu atau pos ronda dan mulai membunyikan petasan masing-masing,yang paling keras yang paling menang,kebahagian masa kecil yang paling sederhana di mata anak-anak polos saat itu
.
Ketika muadzin memanggil mereka sontak mereka berlari kearah masjid yang terdekat berlomba-lomba menuju saf paling depan walau akhirnya harus disuruh mundur pak ustadz karena saf depan untuk orang dewasa.Sambil menunggu jamaah yang lain biasanya anak itu berebut mic untuk melantunkan puji-pujian atau salawatan walaupun suara mereka tak senyaring tong kosong.Ketika Salat tarawih selesai biasanya mereka berbondong-bondong menemui Imam atau yang mengisi kultum untuk meminta tanda tangan,sebagai pertanggungjawaban mereka kepada guru di sekolah atas bukti kegiatan ramadan.setelah antri minta tanda tangan mereka kini mereka berbaris rapi untuk gilaran mengaji.Bagi mereka yang sudah Al-Quran diperbolehkan mengaji dengan Pengeras suara dan bagi mereka yang masih iqro mengaji dengan pak Ustad.Dan barangsiapa yang selesai duluan akan cepat-cepat mengambil takjil yang sudah disiapkan,Selesai menyantap Takjil beberapa dari mereka ada yang masih bercengkrama dan yang lainya sudah asyik dengan mimpinya
.
Jam dinding menunjukan waktu 3 pagi,kandang ayam samping masjid pun masih belum ramai oleh suara ayam berkokok,namun suara gaduh muncul dari luar masjid terlihat anak-anak berbaris rapi membawa senjatanya masing masing untuk membangunkan sahur warga sekitar.secara otomatis mereka berkeliling dengan gaduh lalu kembali kerumah masing-masing untuk sahur bersama keluarga.Adzan subuh menyatukan mereka lagi dengan biasa mereka berebut saf depan walau harus diatur lagi oleh pak ustadz.Setelah mendengarkan Kultum Pagi mereka berkumpul di depan masjid untuk konsolidasi traveling bulan puasa.Biasanya dengan jalan kaki atau sepeda mereka menyusuri ujung desa sini sampai ujung desa sana hanya untuk sekedar menghabiskan masa waktu Puasa.Masa kecilku memang indah kala itu
.
Namun semua agak berbeda dengan ramadan tahun ini,Ramadan tahun ini kuhabiskan lebih banyak waktu diperantauan dengan tradisi yang berbeda dalam menyambut ramadan.baru 10 hari terakhir aku kembali di kampungku.Rasanya sudah berbeda,teman-teman sebayaku sudah jarang menuju masjid.Yang dulu berlarian menuju masjid untuk saf terdepan sekarang mereka tengah asyik di bengkel untuk menyetel motor mereka agar dapat berlari dengan kencang.Yang lain ada yang sudah merantau namun belum kembali.Ada yang asyik Bukber dengan teman tongkrongan baru,ada yang berdandan rapi dan wangi pamit pergi ke orang tua untuk tarawih di Masjid kota namun berbelok kerumah pacarnya.Anak-anak kecil yang sekarang tak kalah seru mereka berkumpul namun berkumpul untuk bermain petasan sampai terlena dan tidak salat tarawih.Terkadang dari beberapa mereka ada yang lebih asyik dengan Gadgetnya dan Game Onlineya.Ketika kita lewat warnet depan gang pasti akan ramai dengan anak-anak sd smp yang teriak-teriak kegirangan saat memainkan game online
.
Zaman memang sudah berubah,teknologi sudah maju namun pemikiran dan tabiat tak bertambah maju.Yang masih kecil telah asyik dengan gamenya dan yang masih muda asyik bercumbu dengan pacarnya.Dari segmen kecil disatu masyarakat daerah ini menunjukan perubahan zaman telah merubah pola pikir dan watak anak-anak dan saudara kita saat ini.Bicara tentang perubahan ketika pengaruh buruk datang akan lebih mudah diserap dan dilakukan oleh anak muda,walaupun mereka tahu itu adalah hal buruk namun setidaknya menyenangkan bagi mereka.namun ketika semua telah berubah menjadi buruk bukan berarti situasi tidak bisa dirubah.Perubahan Zaman harus diikuti juga dengan pemikiran yang baik dan bertanggung jawab,Tak selamanya yang datangnya dari luar itu baik.Untuk mengembalikan cahaya yang hilang perlu dilakukan dengan inovasi-inovasi yang relevan dengan zaman sekarang.Masjid sekarang harus mulai ramah lagi dengan cara mengadakan kegiatan-kegiatan yang ramah terhadap anak.Sekolah dan kampus juga setidaknya melakukan kegiatan yang dapat menarik anak mudanya untuk kembali dan memakmurkan masjid
.
Berubah dari baik menuju buruk adalah hal yang mudah,berubah dari buruk menjadi baik adalah hal yang sulit,namun bukan berarti tak dapat dilakukan.Perubahan memang membutukan waktu tak ada dalam kamus perubahan kata singkat.Perubahan harus memiliki orang yang mau berubah dan berkomitmen tinggi demi mencapai perubahan yang lebih baik.Rasulullah dalam merubah kaum arab jahiliyah pun perlu waktu.Banyak tantangan dan Hambatan yang didapatkan Beliau namun tak membuat hal itu menjadi mustahil.Pasti ada jalan untuk orang yang mau berusaha dan Allah pasti akan menolong hambanya yang ingin berusaha menjadi lebih baik lagi :)

Ngawi,18 juni 2017

0 Komentar