Pamer atau Syiar?


Mungkin setiap hari di Timeline akun sosial media kita banyak sahabat kita yang memposting masalah Agama, Ibadah, dll, entah itu di feeds Instagram timeline FB ataupun Line. Banyak sekali postingan  Foto maupun video yang berbau agama. Rata-rata dari sebagian teman kita memposting kata-kata bijak tentang agama yang mereka copas dari google dan Instagram, ada yang nulis panjang lebar entah itu dari pikiran mereka sendiri ataupun copas. Tak jarang kita menemui postingan video yang lagi hits dari Ust.Hanan Attakki atau mungkin Melody dalam Puisi, entah mereka itu hanya sekedar ikut-ikutan tren atau sedang berdakwah. Tak jarang dibulan ramadan ini banyak teman kita yang mengupload tentang ibadah yang mereka jalani dengan snapgram di masjid, sedang baca Al-Quran atau buka bersama dengan anak yatim, dll. Kebanyakan dari kita ketika menemui fenomena ini pasti akan menemui kata-kata "Sok Suci,Pamer! Riya" dan mungkin yang membaca tulisan ini akan didalam hatinya akan mengatakan "Sok Tahu Banget Sih" :D

Namun sebelum kita melangkah jauh marilah kita bermuhasabah atau intropeksi terhadap pribadi kita masing-masing. Rasullah pernah bersabda "Sesungguhnya apa yang kita kerjakan tergantung dari apa yang kita niatkan". Kembali ke Socmed tadi, sebenarnya tidak ada yang salah dari mereka membuat status atau postingan tentang agama, itu hak-hak mereka. Sudah bukan hal aneh lagi bahwa membawa agama dalam social media dapat meningkatkan popularitas si pembuat status tersebut. Mulai dari setiap hari memamerkan sholat dan ibadah hanya untuk dipuja oleh banyak orang atau untuk menarik perhatian seseorang yang kita sukai. Namun yang perlu kita waspadai bisa jadi status dan postingan yang kita share ada campur tangan dari setan yang hendak menjerumuskan kita kepada dosa riya'

Namun sebelum itu kita juga perlu tahu apa arti riya itu sendiri dan yang dapat menilai riya atau tidak itu hanya Allah semata. Kita manusia biasa tak dapat menilai seorang hamba ini riya atau tidak karena kita tidak dapat mengetahui isi hati orang lain, kecuali Allah SWT. Dalam hal ini kita harus berhati-hati dalam menuduh orang itu melakukan riya atau tidak. Mungkin saja dalam hatinya mempunyai niat hanya untuk mensyiarkan agama Allah atau hanya sekedar dakwah, menyebarkan kebaikan kepada orang lain melalui sosial media dan kemajuan teknologi. Mungkin saja dari dia mengumbar ibadahnya ke publik dapat menginspirasi orang lain untuk berbuat baik dan bahkan menjadi lebih baik lagi. Kita harus berhati-hati dengan kata riya,bisa jadi itu akan membuat kita menebarkan fitnah dengan menuduh orang tersebut pamer. Dengan kita menuduh dia pamer walaupun kenyataanya hanya sekedar dakwah. Dosa dia akan menjadi dosa kita karena fitnah dapat mentrasfer dosa orang yang kita fitnah menjadi dosa kita

Sebagai orang muslim kita harus belajar memulai membersihkan hati dari perasaan dengki. Dalam hal posting kebaikan, kewajiban kita sebagai saudara sesama muslim adalah berhuznudzhon terhadap perilaku orang lain jangan asal menjudge. Ketika kita berada diposisi orang tersebut, Kita juga harus memposisikan agar hati kita tidak riya dan berharap pujaan dari orang lain dalam berdakwah, mungkin teman kita tidak tahu apa yang ada di hati kita tapi Allah tahu segala yang ada di dalam hati. Dan apa yang sudah kita lakukan di dunia akan diminta pertanggungjawaban di akhirat nanti. Tetap semangat berdakwah guys :)

0 Komentar