Nggak pernah terbanyangkan kalau akhirnya saya lanjutkan di sekolah negeri. Gara-gara film Negeri 5 Menara, pengen banget rasanya lanjut di pondok seperti Gontor, namun karena permintaan orang tua, akhirnya saya melanjutkan sekolah di SMP N 2 Ngawi.
![]() |
| Cosplay dengan Screen |
ESPERO, SMP N 2 Ngawi adalah SMP Favorit di kota saya. Saat itu saya mendaftar progam Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional yang proses pengajaranya adalah bilingual. Di tempat ini saya bertemu dengan lawan-lawan saya saat lomba pramuka dan cerdas cermas dulu, tentunya ini menambah semangat tersendiri.
Berbekal bahasa inggris yang pas-pasan, mau tak mau harus menelan materi dengan cepat dan tentunya ujian yang berderet-deret itu. Nilai bagus menjadi gengsi sekaligus persaingan antar murid, sampai akhirnya saya masuk dalam kategori kelas E yang ternyata pengelompokan kelas berdasar ranking masuk awal. Banyak teman-teman yang setipe saya, kalau bisa dibilang medioker lah, tapi mereka memiliki keunggulanya masing-masing, yang rata-rata memang organisatoris dan bakat. Selain medioker kelas kami terkenal solid dibanding kelas unggulan lainya, mulai dari pentas seni, class meeting, dan tentunya idola bagi beberapa anak kelas lain (termasuk saya hahaha).
Dulu saya mewakili kelas untuk lomba cerdas cermat Islam yang diadakan pertama kali, dan akhirnya juara 1 pertama kalinya juga cabang pertama perlombaan class meeting. Sejak saat itu saya dapat kategori "alim" dari kawan-kawan saya hahaha. Dari LCCI merembet ke beberapa lomba lainya hingga akhirnya hampir membuat kelas kami juara umum, hampir saja. Ya memang kelas E ini kalau bisa dibilang ukhuwahnya masih terjaga sampai saat ini.
Saat SMP dulu saya akhirnya tetap memilih jalur organisasi untuk pengembangan diri, mulai dari pramuka, PMR, osis, dan rohis. Dari keempat itu, akhirnya saya diterima pramuka+PMR (karena masih 1 pembina) dan Rohis saja. Dari 3 organisasi ini lah yang akhirnya membentuk kepemimpinan dan juga spiritualitas saya kelak.
Dari Rohis saya berkesempatan ikut di bidang pelayanan umat dan tahun berikutnya menjadi ketuanya. Rohis SMPN 2 Ngawi ini punya nama yang cukup filosofis, FORSA : Forum Studi Islam Al-Qolam, diambil dari masjid sekolah yaitu Al-Qolam, dengan harapan dari setiap murid yang belajar ini dapat memberikan sumbangsih kepada Islam dan juga ummat kelak, bagi anak SMP, hal seperti itu sangat filosofis sekali.
Agenda rohis level SMP ini sebenernya ga terlalu berat, lebih ke pelayanan sholat saat MOS, kurban, dan juga takbir keliling. Dari ketiga acara ini, memang takbir keliling yang menjadi gengsi dengan sekolah lain. Dulu saat SD, MI kami ini adalah juara bertahan takbir keliling Idul Fitri maupun Idul Adha, dan di level SMP, tentu SMP 2 yang menjadi juara bertahan serupa.
Di Rohis ini setidaknya ada hal yang membuat pikiran ini terangsang, pertama pembinanya yang agak out of the box, kedua soal mading. Pembina kami saat itu memang tergolong out of the box dari media pembelajaran, disaat itu beliau sudah memakai power point dan video interaktif, yang saat itu masih jarang guru yang pakai, mentok-mentok tulis di papan tulis. Satu hal yang membuat kami bingung sekaligus penasaran adalah ungkapan beliau bahwa Al-Quran itu media biasa, tak perlu dikultuskan, tentunya setelah saya dewasa, ungkapan beliau itu juga berdasar dengan hukum fiqh yang beliau anut dan tidak memakasakan pemahaman, namun menuntut kita untuk berpikir kritis dan tidak dogmatis.
Yang kedua adalah mading dari Forsa di Masjid. Di mading ini kita selalu update beberapa tulisan dan info keumatan, namun ada 1 poster yang sengaja tidak kami copot dan ternyata saat saya kuliah poster itu masih ada. Entah itu menjadi semacam adat, namun ketika menjadi ketua saya juga tak berniat menurunkan poster itu. Isinya adalah perjalanan hidup umat muslim yang detail membahas dari Masa Kenabian, Kerajaan, Zaman Fitnah, sampai Khilafah muncul kembali. Poster itu sangat menarik dengan infografis dan ilustrasinya, dari poster itulah yang akhirnya membuat diri ini semakin mengazamkan diri dan kalau bisa melihat kejayaan Islam suatu saat nanti, InsyaAllah.
![]() |
| Puncak Lawu dengan Scout Espero |
Lewat Pramuka PMR saya mengikuti banyak lomba, training kepemimpinan, juga pentas seni yang membuat saya keluar dari zona nyaman. Satu pengalaman yang tak pernah terlupakan lewat pramuka adalah pentas seni level Karasidenan Madiun, saat itu saya berkesempatan untuk mewakili lomba mading 3D dan Yel-Yel dalam Expresi Muda Yamaha, momenya pas banget Euro 2012, kita dituntut berpikir kritis dan eksekusi di mading 3D yang memang seni prakraya yang bukan dunia kita banget. Juga soal yel-yel yang kami pikir hanya satu bait dua bait sudah, tapi bagaimana kita mengemas yel-yel dengan atraktif dan menarik melalui kostum. Alhamdulillahnya kami dapat juara 2 Mading dan harapan 1 yel-yelnya. Mengerikan.
![]() |
| Exmud Party |
Pengalaman yang tak terlupakan lainya adalah naik Gunung Lawu. Jujur bagi anak SMP itu hal yang berat banget. Saya nggak bisa menceritakan dengan detail saking capeknya, intinya kalau kita mau keluar dari zona nyaman itu bisa-bisa saja, asalkan ada kemauan yang kuat dan teman yang saling mendukung satu sama lain. Jujur ciptaan Allah ini bagus banget, jadi kangen naik gunung lagi hahaha.
Setidaknya SMP adalah masa-masa yang cukup memorable sampai hari ini, orang-orangnya, pengalamanya, dan juga jatuh cintanya hahaha. SMP adalah waktu pertamaku pacaran, meski saat SD pun juga suka dengan someone, namun di SMP ini benar-benar pengalaman cinta monyet dan patah hati yang hebat, bagiamana lucunya anak kecil yang patah hati lalu menulis status di facebook, cek saja kalau tak percaya hahaha
Bersambung masa SMA, InsyaAllah.
Surakarta, 28 Juni 2023
Sudah Seperempat Abad, Aba Rohmad!
![]() |
| Perpisahan Kelas 9 |
![]() |
| Sambutan Ketua Panitia |





0 Komentar