Pancasila Pajangan


“Pancasila dasar Negara rakyat adil makmur sentosa,pribadi bangsaku” Mungkin itu sedikit lirik lagu kebangsaan “Garuda Pancasila” yang sudah kita jarang kita nyanyikan.
.
1 Juni biasa kita peringati sebagai Hari Lahirnya Pancasila,Dasar Negara kita.Kembali ke masa lalu Pancasila dicetuskan oleh Soekarno pada siding BPUPKI silam.Namun apakah Pancasila itu ada begitu saja? Tidak,pancasila ada karna beberapa fase yang berkesinambungan dari nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia yang sudah mengakar kemudian dirangkum oleh Beliau menjadi dasar dan pandangan hidup Bangsa Indonesia.
.
Sebagai dasar Negara,Pancasila memiliki pengaruh penting dalam kehidupan kita.Teringat saat kecil melihat didepan kelas ada sebuah panjangan diatas 2 foto manusia yaitu Burung Garuda.Guruku mengatakan bahwa yang ada didada garuda itu adalah Pancasila dasar Negara kita dengan symbol masing-masing.Kata beliau kita harus menghafal,memahami dan mengamalkan Pancasila.Namun,di zaman ini apakah sudah terealisasikan?
.
Teringat ketika bel sekolah berbunyi,para siswa mulai berbaris rapi dilapangan untuk mengikuti upacara ruti hari senin.Namun dari beberapa mereka ada yang merasa malas untuk pergi ke upacara.Di luar gerbang tampak guru BP terlihat membariskan teman-teman kita yang datang terlambat.apakah ini balasan atas jasa pahlawan disaat berjuang untuk merdeka?.Di bangku kuliah saja,jiwa pancasila sedikit demi sedikit mulai hilang.Mahasiswa seakan sibuk dengan gadget masing-masing dan sedikit memerhatikan keadaan sekitar.Ketika mata kuliah Pancasila tiba,rata-rata mereka menganggap bahwa itu hanya sebuah formalitas untuk mendulang IPK saja.Dosen dianggap hanya mendoktrinasi tanpa realisasi yang pasti.Masuk kuping kanan keluar kuping kiri,inilah realita pemuda masa kini.
.
Tak kalah dengan pemudanya,Pemerintah pun juga begitu.Masih segar teringat ketika para wakil rakyat beradu argumen di parlementer.Dengan kepentingan masing-masing para wakil rakyat beradu opini tanpa memperhatikan kondisi negeri ini.banting meja berkelahi sudah menjadi hal yang biasa yang ada di birokrasi saat ini.Pancasila sila ke  5 “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” mungkin telah berganti dengan “keadilan sosial bagi wakil rakyat semata”.Aparat pun tak kalah menarik,dilain sisi bahwa aparat itu pelindung rakyat itu hanya isapan jempol belaka.Aparat seakan menjadi alat Pemerintah untuk menindas rakyat.Gusur sana gusur sini ratakan pemukiman rakyat kecil dan menjadi pelindung segelintir orang berduit.Hukum tebang pilih,orang yang membuat “Gaduh” dengan embel-embel paling Pancasila dilindungi setengah mati,pemecah belah kesatuan bangsa dikawal saat orasi sedangkan orang yang jelas-jelas mendukung dan melaksanakan Pancasila ditahan dan di kriminalisasi,Alangkah lucunya negeri ini.
.
Pancasila adalah semangat persatuan yang mengatur seluruh masyarakat Indonesia yang beragam.Pancasila tak perlu dimaknai dengan hari libur semata namun dengan pengamalan yang nyata.Pemerintah sebagai aktor utama pembuat kebijakan harus mengawal Pancasila agar sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.Pancasila bukan hanya ceremonial dan pajangan di depan kelas saja namun sesuatu yang harus kita maknai dan kita kawal untuk Indonesia yang lebih baik lagi kedepanya.


“Merdeka hanyalah sebuah jembatan.Walaupun jembatan emas,di seberang jembatan itu jalan pecah dua : satu kedunia sama rata sama rasa,satu kedunia sama ratao sama tangis!” – Ir.Soekarno

Ditulis oleh :
Aba Rohmad Nurkholik
Mahasiswa Fiktif

1 Komentar

  1. Mantab diksi e wkwkwk
    Lek matkul pancasila neng kelas mesti mbahas tentang khilafah...
    Mempertanyakan fungsi pancasila di masa sekarang...

    BalasHapus