Kenapa aku memulai tulisan ini?
2 kutipan diata yang mendasari hadirnya tulisan ini, dengan harapan dapat menambah eksistensi dan selanjutnya mencoba mencari kebahagiaan dari pikiran-pikiran yang ada.
28 Juni nanti, tepat seperempat abad aku hidup di dunia ini. Aku ingin eksis, melalui tulisan sederhana, dan harapanya dapat memberikan hikmah pada pembaca semua.
Sama seperti para pendahulu, aku membaca cerita hidup dari Syaikh Abbas As-Sisiy dalam buku berjudul, "Bersama Kafilah Ikhwan #Jilid 3" beliau menceritakan kisah hidupnya saat kecil, bergabung dengan Ikhwan, sampai akhirnya tetap teguh dalam jalan dakwah dengan usaha yang bisa dilakukan.
Atau buku yang sedang kubaca saat ini, sebuah buku perjalanan hidup dari ulama besar yang berjudul "Yusuf Qaradhawi Sang Pelita Umat" menceritakan kisah hidup beliau berdasar catatan-catatan yang dibuatnya, sampai tulisan ini muncul, saya baru menyelesaikan bab Madrasah Tsanawiyah.
Dalam rangka menuju seperempat abad ini, saya hendak membagikan cerita hidup semasa kecil sampai saat dewasa. Pun sebenarnya, di tulisan-tulisan lama blog ini saya sudah membuat tulisan dengan tema serupa, meski bahasanya tak karuan dan bikin malu, saya berniat menulisnya ulang dengan rapi sedikit.
Memang, masa lalu banyak memberikan pelajaran, menulisnya kembali berharap dapat menjadi pengingat dan semoga kedepanya tak jatuh dilubang yang sama.
Saya merasa bukan orang yang mampu mengolah kata dan kalimat dengan baik, tak akan ada keteraturan kalimat di tulisan kedepanya, pokoknya ya nulis-nulis-nulis, berharap bahagia, masuk surga, dan disayang orang tua. Amiin.
Surakarta, 21 Juni 2023
Menuju Seperempat Abad, Aba Rohmad.

0 Komentar